Teeeeeetttt...
Bel tanda istirahat pun berbunyi anak – anak SMAN 27 berhamburan keluar kelas
dan mulai memenuhi kantin yang berada di dekat ruangan pendaftaran siswa baru.
Saat itu memang SMAN 27 sedang membuka pendaftaran untuk siswa yang baru saja
lulus dari SMP, di saat yang bersamaan Hasnan dan teman-temannya sedang
berjalan di dekat ruang pendaftaran menuju kantin tanpa sengaja dia melihat
seorang cewe yang baru saja masuk ke dalam lingkungan sekolah dengan membawa
berkas-berkas tanda dia adalah calon murid baru di sekolah itu, cewe itu
mempunyai tubuh agak gemuk dan berambut ikal
sebahu dengan paras wajah yang lumayan manis tingginya pun sekitar 160.
Tanpa sengaja Hasnan melihat nama yang tertera di seragamnya saat cewe tersebut
mendahului dia dan teman-temannya dia melihat “Shakiera Islami” nama gadis itu
Hasnan membatin, sekilas dia hanya tersenyum dan berlalu menuju kantin bersama
teman-temannya .
Pada saat yang
bersamaan Shakiera terlambat bangun dan buru-buru pergi ke kamar mandi dan
bersiap-siap, setelah semuanya rapi Shakiera tidak lupa membawa berkas-berkas
SMP yang tergeletak di meja belajarnya. Ini adalah hari yang di tunggu-tunggu
olehnya hari dimana dia meninggalkan bangku SMP yang menurutnya membosankan.
Setelah dia mengambil berkasnya dia segera memanggil pak Jono supirnya dan
segera mengambil posisi di kursi depan sebelah supir, dan tidak lama kemudian
mobil Jazz hitam telah melaju meninggalkan rumah yang bernuansa klasik
tersebut. Mobil jazz itu mulai memasuki lingkungan SMAN 27 tempat Shakiera
mendaftarkan dirinya sebagai calon murid di sekolah itu, sesampainya dia di
pintu gerbang dia melihat segerombolan anak laki-laki yang sedang berjalan di
dekat ruang pendaftaran, di dalam gerombolan itu dia melihat satu cowo yang
memiliki tinggi 170 dengan kulit putih dan berparas lumayan manis tetapi
gayanya sedikit tengil, Shakiera hanya tersenyum dalam hati dan segera
mempercepat langkahnya menuju ruang pendaftaran yang dia tuju dengan harapan
dia dapat melihat nama yang tertera pada seragam cowo itu, tapi ternyata
hasilnya NIHIL, cowo itu tidak mencantumkan nama di seragamnya yang membuat
Shakiera mendesah kecewa. Ruang pendaftaran tinggal beberapa langkah, shakiera
mempercepat langkah dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
Setelah berada
di dalam kelas, ruangan itu ternyata cukup luas dan nyaman, “tidak salah aku
memilih untuk mendaftarkan diri di sekolah ini” batinnya. Gilirannya untuk
menyerahkan berkas kepada guru yang tengah duduk di meja pendaftaran pun tiba,
dia segera berdiri dan menyerahkan berkasnya dan pada saat guru itu menerima
berkas yang diberikannya guru itu memberitahukan bahwa seminggu lagi ada tes
seleksi yang wajib diikuti oleh seluruh calon murid yang mau masuk SMA tersebut
dengan mata pelajaran dasar awal SMA, Shakiera pun shock karena dia tidak tahu
materi apa saja yang harus dia pelajari untuk bisa masuk tes seleksi tersebut,
akhirnya dia keluar dan duduk di bangku panjang di depan ruang pendaftaran
dengan muka lesu, tiba-tiba ada satu sosok yang duduk di sampingnya, dengan sadar
Shakiera pun menoleh dan melihat cowo tengil tadi tengah duduk di sampingnya
dengan senyum yang menggoda, tanpa di tanya cowo tersebut melontarkan
pertanyaan konyol “ ngapain lo di sini ? udah kelar ngadep malaikat izroil?
Hahaha” dengan muka tak bersalah dan ketawanya yang renyah, Shakiera hanya
tersenyum dan membalas pertanyaan cowo tersebut dengan tampang polos “gue engga
ngadep malaikat apapun kok”, dan tiba-tiba tawa cowo itu mengeras “HAHAHA bukan
itu maksud gue,gue juga tau kali lo engga ngadep malaikat, maksud gue lo udah
selesai ngadep guru terkejam di sekolah ini ?” dengan wajah yang memerah karena
menahan tawa, “oh.. dia guru galak ya di sekolah ini ?“ tanya Shakiera kepada
cowo tersebut, yang di tanya hanya manggut-manggut layaknya boneka yang ada di
atas dashbor mobil. Shakiera pun hanya tersenyum dan menjulurkan tangan sambil
berkata “Shakiera Islami” dengan senyum termanis yang terpampang di wajahnya.
Cowo tersebut menjabat tangannya dan berkata “Hasnan Maulana,calon kaka kelas lo yang paling ganteng hahaha” dengan gaya tengil yang menjadi ciri khasnya. Shakiera yang semula menatapnya aneh kini tertawa karena gayanya yang tengil dan kekanak-kanakan, “lo kelas berapa ?” tanya Shakiera pada Hasnan, “gue kelas X hhaha kenapa ? tampang gue tua ya ?” tanyanya dengan wajah polos. Shakiera hanya senyum dan berkata “engga kok gue kira lo kelas XI abis sikap lo kaya ngerasa engga punya kaka kelas sih,tengil engga takut apa kalo lo di labrak sama kaka kelas lo gara-gara sikap lo yang selengean kaya gini?” tanya Shakiera dengan muka serius, Hasnan pun hanya tertawa terbahak-bahak dan berkata “hahaha ya enggalah selama lo engga buat masalah sama mereka kenapa lo harus takut di labrak? Lagipula emang gaya gue kaya gini kok dari SMP mau diapain lagi ? haha lo punya masalah ya dengan kaka kelas?” yang di tanya hanya menoleh dan menjawab “kenapa lo ngomong kaya gitu?” dengan muka datar, “enggapapa lo ngomong kaya gitu kesannya semua kaka kelas tuh harus ngelabrak ade kelasnya haha engga semua kaka kelas kaya gitu kali, gue sama ade kelas bakalan baik kok hahaha” katanya sambil memamerkan senyumnya yang khas, “ ohh gitu ya, iya tadinya sih gue emang berpikiran kaya gitu asal emang bener aja engga semua kaka kelas kaya gitu” jawab Shakiera dengan tatapan lega karena sebelumnya Shakiera takut dengan kaka kelas yang akan selalu memperhatikannya dengan sinis, dan kalo dia berbuat sedikit aja kesalahan dia akan di labrak dan di diskriminasi. “oh iya, seminggu lagi ada tes seleksi kan ya ?” tanya Hasnan membuyarkan lamunan Shakiera, dengan tergagap dia menjawab “iya, emang kenapa?” tanya Shakiera dengan muka lesu karena pikiran bingung itu kembali muncul dalam benaknya, “enggapapa kok, soalnya gampang-gampang follows you’r hearts pasti jawabannya bener” katanya sambil tersenyum. “tau darimana kalo jawabannya pasti bener?” tanya Shakiera dengan polos, “karena hati tidak pernah salah untuk memilih” dengan santai Hasnan menjawab, “oh gitu ya, emang lo udah pernah nyoba ?” kata Shakiera “udah kok, kalo belom ngapain gue ngomong sama lo kaya gini? Buktinya gue masuk sini kan ?” kata Hasnan, KRIIIIIIIING... (bel tanda masuk berbunyi) “eh udah bel nih, gue masuk dulu ya ada ulangan sosiologi soalnya sekarang gue belom belajar lupa hahaha,udah lo pulang sana ngapain di sini, mau nungguin gue sampe pulang ya? Hahaha” tanyanya dan bersiap untuk pergi, belom sempat Shakiera menjawab pertanyaannya yang konyol tubuhnya yang berisi telah berlalu pergi meninggalkan dirinya dengan sesekali berbalik hanya memamerkan senyumnya yang khas.
Cowo tersebut menjabat tangannya dan berkata “Hasnan Maulana,calon kaka kelas lo yang paling ganteng hahaha” dengan gaya tengil yang menjadi ciri khasnya. Shakiera yang semula menatapnya aneh kini tertawa karena gayanya yang tengil dan kekanak-kanakan, “lo kelas berapa ?” tanya Shakiera pada Hasnan, “gue kelas X hhaha kenapa ? tampang gue tua ya ?” tanyanya dengan wajah polos. Shakiera hanya senyum dan berkata “engga kok gue kira lo kelas XI abis sikap lo kaya ngerasa engga punya kaka kelas sih,tengil engga takut apa kalo lo di labrak sama kaka kelas lo gara-gara sikap lo yang selengean kaya gini?” tanya Shakiera dengan muka serius, Hasnan pun hanya tertawa terbahak-bahak dan berkata “hahaha ya enggalah selama lo engga buat masalah sama mereka kenapa lo harus takut di labrak? Lagipula emang gaya gue kaya gini kok dari SMP mau diapain lagi ? haha lo punya masalah ya dengan kaka kelas?” yang di tanya hanya menoleh dan menjawab “kenapa lo ngomong kaya gitu?” dengan muka datar, “enggapapa lo ngomong kaya gitu kesannya semua kaka kelas tuh harus ngelabrak ade kelasnya haha engga semua kaka kelas kaya gitu kali, gue sama ade kelas bakalan baik kok hahaha” katanya sambil memamerkan senyumnya yang khas, “ ohh gitu ya, iya tadinya sih gue emang berpikiran kaya gitu asal emang bener aja engga semua kaka kelas kaya gitu” jawab Shakiera dengan tatapan lega karena sebelumnya Shakiera takut dengan kaka kelas yang akan selalu memperhatikannya dengan sinis, dan kalo dia berbuat sedikit aja kesalahan dia akan di labrak dan di diskriminasi. “oh iya, seminggu lagi ada tes seleksi kan ya ?” tanya Hasnan membuyarkan lamunan Shakiera, dengan tergagap dia menjawab “iya, emang kenapa?” tanya Shakiera dengan muka lesu karena pikiran bingung itu kembali muncul dalam benaknya, “enggapapa kok, soalnya gampang-gampang follows you’r hearts pasti jawabannya bener” katanya sambil tersenyum. “tau darimana kalo jawabannya pasti bener?” tanya Shakiera dengan polos, “karena hati tidak pernah salah untuk memilih” dengan santai Hasnan menjawab, “oh gitu ya, emang lo udah pernah nyoba ?” kata Shakiera “udah kok, kalo belom ngapain gue ngomong sama lo kaya gini? Buktinya gue masuk sini kan ?” kata Hasnan, KRIIIIIIIING... (bel tanda masuk berbunyi) “eh udah bel nih, gue masuk dulu ya ada ulangan sosiologi soalnya sekarang gue belom belajar lupa hahaha,udah lo pulang sana ngapain di sini, mau nungguin gue sampe pulang ya? Hahaha” tanyanya dan bersiap untuk pergi, belom sempat Shakiera menjawab pertanyaannya yang konyol tubuhnya yang berisi telah berlalu pergi meninggalkan dirinya dengan sesekali berbalik hanya memamerkan senyumnya yang khas.
Semingu berlalu hari ini adalah hari
dimana tes seleksi untuk masuk SMAN 27, Shakiera sibuk meyakinkan hatinya
dengan perkataan-perkataan yang dia dengar dari Hasnan seminggu lalu. Setelah
dia berada di ruang ujian, dia melihat cukup banyak calon murid SMAN 27 yang
nantinya akan gugur karena tidak lolos tes seleksi ini, dan Shakiera tidak mau
hal itu terjadi pada dirinya, kertas ujian di bagikan oleh guru pengawas,
Shakiera mulai mengisi lembar jawaban dengan namanya terlebih dahulu,namun satu
persatu soal dia isi dengan meyakini hatinya, Shakiera melakukannya terus
menerus sampai akhirnya tes seleksi itu selesai. 2 minggu kemudian Shakiera
kembali dan mulai menelusuri kertas-kertas yang terpampang di mading sekolah
dan mencari namanya, pada urutan ke 231 dia melihat nama “Shakiera Islami” dia
menerobos kerumunan orang yang ingin melihat mading itu dengan susah payah,
setelah melihat namanya ada di mading sekolah Shakiera pun tidak berhenti untuk
tersenyum, sesampainya di rumah dia memanggil tantenya yang biasa di panggil
“Bunda”. “Bundaaaaaa.. tau engga hari ini aku lolos tes seleksi masuk SMAN 27
loh..” kata Shakiera kepada bundanya dan dengan wajah sumringah bunda menjawab
“oh yaa?? Selamat yaaaa sekarang kamu udah jadi anak SMA looh” sambil memeluk
tubuh Shakiera yang gemuk. “oh iya kok kamu bisa lolos dari tes itu? Padahal
kan kamu engga belajar ra ?” kata bunda curiga “oh iya bun aku lupa cerita
waktu aku nyerahin berkas ada siswa yang bilang sama aku kalo ngerjain apapun
itu pake hati katanya soalnya hati itu engga pernah bohong” kata Shakiera
dengan wajah masih tersenyum tiba-tiba dia teringat senyum Hasnan yang khas dan
gaya tengilnya yang juga menjadi ciri khasnya dan segera berlalu masuk ke
kamarnya di lantai 2 dan meninggalkan bunda yang terbengong karena tidak
mengerti dengan ucapan Shakiera.
Haripun
berlalu masa orientasi telah di jalaninya tibalah saatnya untuk Shakiera memakai
seragam yang menjadi identitasnya sebagai siswi SMA, hari pertama dia sekolah
dia bertemu dengan Hasnan tetapi Hasnan tidak melihatnya karena sedang bercanda
dengan teman-temannya, saat dia masuk kelas, dia menemui beberapa orang yang
dia kenal pada saat masa orientasi dan ada beberapa temannya yang berasal dari
SMP yang sama dengannya,dengan cepat Shakiera beradaptasi dengan
teman-temannya, hari kedua di SMA ketika dia sedang berjalan masuk menuju gerbang tiba-tiba ada yang
menyodorkannya choki-choki rasa coklat dari arah yang berlawanan, Shakiera pun
menoleh dan melihat sosok Hasnan dengan senyumnya yang khas dia berkata “mau
engga?” kata Hasnan sambil cengengesan “engga ah makasih Cuma satu sih
ngasihnya coba satu pack pasti di terima dengan senang hati hahaha” kata
Shakiera sambil ketawa “yeee itu sih namanya malak bukannya ngebagi hahaha kalo
engga mau yaudah buat gue aja haha” kata Hasnan sambil membuka
choki-chokinya,Shakiera pun hanya tersenyum dan berkata “eh minta nomor lo
dong” kata Shakiera dan buru-buru menutup mulutnya karena entah kenapa
pertanyaan seperti itu yang di lontarkannya, Hasnan dengan santai memberi
nomornya dan langsung di save di phonebook Shakiera. Hari-hari berlanjut Hasnan
makin sering menawarinya satu choki-choki rasa coklat dan sering juga Shakiera
menjawab dengan pertanyaan yang sama “engga ah makasih Cuma satu sih ngasihnya
coba satu pack pasti di terima dengan senang hati hahaha” semakin lama mereka
semakin dekat dan semakin sering SMS-an, setiap hari rabu Hasnan selalu pergi
ke lab komputer yang letaknya di belakang kelas Shakiera dan setiap hari rabu
juga Shakiera sibuk berdiri mencari sosok Hasnan yang mulai dia rindukan, saat
pembagian daftar buku Shakiera mengirim SMS kepada Hasnan
To Hasnan :
“nan buku fisika lo penerbitnya siapa ?”
From Hasnan :
“erlangga,
kenapa?”
To Hasnan :
“bukunya sama
nih sama buku yang bakal gue beli, gue pinjem aja ya sama lo?”
From Hasnan :
“yaudah boleh
kapan mau di ambilnya ?”
To Hasnan :
“pas di
sekolah aja deh ya”
From Hasnan :
“oke deh,nanti
gue bawain jangan lupa ingetin gue lagi ya”
Setelah
membaca SMS dari Hasnan, Shakiera hanya tersenyum membayangkan bahwa dia akan
menemui Hasnan lagi setelah tadi siang dia tidak bertemu Hasnan karena Hasnan
sudah pulang duluan, di SMAN 27 karena gedungnya tidak cukup untuk 3 angkatan
sekaligus maka kelas XI dan XII diatur untuk masuk pagi dan kelas X kebagian
untuk masuk siang. Keesokan harinya saat KBM mulai berlangsung tiba-tiba ada
suara ketukan pintu dan tiba-tiba bu Sri selaku guru sosiologi memanggil nama
“Shakiera Islami, ada yang mencari kamu di depan” dan kembali mengajar, saat
itu Shakiera keluar kelas dan menemui sosok yang mencari dirinya, ternyata
Hasnan dia menemukan kelas Shakiera dan memberi buku yang di minta oleh
Shakiera “nih bukunya” kata Hasnan “oh iya makasih ya “ kata Shakiera tanpa
menatap wajah Hasnan karena Shakiera mulai menyadari bahwa dirinya mulai merasa
nyaman dengan adanya Hasnan di sampingnya, setelah mengucapkan terimakasih,
Shakiera pun masuk ke kelas kembali dan mengikuti KBM dengan perasaan yang
mengganggu hatinya. Saat bel istirahat berbunyi Shakiera cerita kepada teman
sebangkunya Tiara tentang perasaan yang di alaminya, tidak butuh waktu lama
untuk membuat Shakiera dan teman-teman sekelasnya akrab bahkan di saat kelas
yang lain masih merasa jaim kelas Shakieralah yang sudah berpergian
bersama-sama dengan teman-teman sekelasnya, dan Tiara adalah teman curhat
Shakiera, Shakiera selalu menceritakan tentang Hasnan kepada teman-teman
sekelasnya tetapi Shakiera lebih sering bercerita kepada Tiara karena dia
adalah teman sebangku Shakiera,”ala, tadi gue ketemu Hasnan dong di depan
seneng deh” kata Shakiera “yaelah ra gitu doang haha” kata Tiara sambil
memainkan penghapus, saat itu pelajaran sudah berganti menjadi pelajaran kimia
yang tidak di mengerti oleh sebagian besar teman-teman sekelas hanya beberapa
orang yang mengerti apa itu senyawa dan blablabla “ih ala orang namanya suka
juga hehe” kata Shakiera “iya tau tapi jangan kaya gitu juga nanti kalo tau dia
engga suka sama lo,nanti lo juga yang nyesek ra” kata Tiara memberi nasihat. “
iya sih la, tapi dia engga bakal tau kok kalo gue suka sama dia” kata Shakiera
keras kepala, “yaudah terserah lo deh ra” kata Tiara pasrah.
Beberapa bulan kemudian Hasnan mengirimi
Shakiera SMS .
From Hasnan :
“ra gue baru
jadian nih..”
Shakiera
membuka SMS itu dan terkejut ada perasaan sesak dalam hatinya, tapi itu semua
hanya dia yang tau lalu dia membalas SMS Hasnan dengan ceria seolah-olah dia
bahagia bahwa Hasnan telah memiliki kekasih.
To Hasnan :
“oh yaa..
siapa ? anak mana ? kapan ? haha cieee yang punya pacaaaar baru PJ bisa kali”
From Hasnan :
“haha namanya
kiki anak sekolah lain sih,baru kemaren jadiannya haha emang mau banget?”
To Hasnan :
“oh gitu yaa,
cieee selamat nihh udah engga jomblo lagi haha, mau bangetlah PJ gitu haha”
Shakiera membalas SMS itu dengan
perasaan yang sesak,sedih,kecewa,marah semua bercampur menjadi satu, semua SMS
yang dikirimkan ke Hasnan tidak sesuai dengan perasaannya yang kalut, sesuai
dengan keadaan hatinya Shakiera menggati nada dering SMS nya dengan lagu
Christina Perri – A Thousand Years, dia tertarik untuk mulai menunggu Hasnan
sampai Hasnan tau isi hatinya yang sebenarnya,sepulang sekolah handphone
Shakiera yang tergeletak di meja rias berdering tanda SMS masuk, segera di buka
oleh Shakiera dan ternyata itu dari Hasnan
From Hasnan :
“ haha boleh
choki-choki satu yaaak hahaha”
To Hasnan :
“haha satu
pack maksudnya ? ahhahaha “
Shakiera menatap layar
handphonenya dan membatin “seandainya lo
tau nan gue udah punya perasaan yang lebih dari rasa SUKA” tanpa dia sadari
butir demi butiran air mata telah jatuh membasahi pipinya, dia telah merasakan
sakitnya melihat seseorang yang kita sayang telah ada di dalam pelukan
seseorang yang mungkin pantas untuknya. Hari demi hari di lewati oleh Shakiera
dia selalu menatap orang yang ia sayangi kapan pun saat Hasnan berdiri tak jauh
darinya.
Selama 2 tahun
terakhir banyak para lelaki yang mendekati Shakiera dengan susah payah dan
setelah mereka dekat dan menyatakan perasaannya jawaban Shakiera selalu sama
“maaf kita jadi teman aja ya,hati gue udah di tempatin 1 nama” dan berkali-kali
juga Shakiera melihat wajah kecewa setelah di tolaknya. Tapi apa boleh buat
perasaan itu sudah 2 tahun bersarang di hatinya, berkali-kali Shakiera dekat
dengan laki-laki berharap bisa move on dari Hasnan tapi hasilnya tetap gagal,
Shakiera tidak bisa membohongi perasaannya sendiri bahwa hanya Hasnan yang bisa
membuatnya menunggu selama ini. Ucapan
Hasnan bahwa “Hati tidak pernah berbohong”
tetap di pegang olehnya,itu sebabnya perasaannya terhadap Hasnan tidak pernah
hilang. Dan selama satu tahun terakhir hubungan dia dan Hasnan semakin lama
semakin dekat,Shakiera sering bercerita tentang semua yang dia rasakan kepada
Hasnan dan Hasnan pun telah menjadi pendengar yang baik selama ini untuk
Shakiera, Hasnan selalu memberi solusi dan masukan untuk dirinya,sikap Hasnan
yang dewasa membuat Shakiera makin terjatuh semakin dalam, tekadnya untuk
menunggu Hasnan sampai mengetahui isi hatinya semakin bulat,sekarang ini
Shakiera telah menjadi siswi SMA kelas XII dan sejak itu pula Shakiera tidak
pernah lagi bertemu dengan Hasnan karena Hasnan sekarang telah kuliah di salah
satu Universitas di daerah Jakarta Selatan, walaupun jauh mereka tetap
berkomunikasi lewat SMS, saat pertengahan semester 1 tiba-tiba Shakiera
mendapat SMS dari Hasnan yang memberitahukan bahwa Hasnan telah putus dengan
pacarnya, hati Shakiera pun bersorak melihat serangkaian kalimat di dalam SMS
yang di kirimkan oleh Hasnan, Shakiera merasa ada kesempatan untuk Hasnan
mengetahui isi hatinya. Hasnan pun semakin sering SMS Shakiera yang membuat
Shakiera bersemangat untuk menghadapi hari-harinya, Hasnan juga selalu menjadi
pemandu Shakiera sebelum serangkaian ujian dia lewati.
to be continue.....
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar