Kamis, 06 Desember 2012

Under The Blue Sky



Teeeeeetttt... Bel tanda istirahat pun berbunyi anak – anak SMAN 27 berhamburan keluar kelas dan mulai memenuhi kantin yang berada di dekat ruangan pendaftaran siswa baru. Saat itu memang SMAN 27 sedang membuka pendaftaran untuk siswa yang baru saja lulus dari SMP, di saat yang bersamaan Hasnan dan teman-temannya sedang berjalan di dekat ruang pendaftaran menuju kantin tanpa sengaja dia melihat seorang cewe yang baru saja masuk ke dalam lingkungan sekolah dengan membawa berkas-berkas tanda dia adalah calon murid baru di sekolah itu, cewe itu mempunyai tubuh agak gemuk dan berambut ikal  sebahu dengan paras wajah yang lumayan manis tingginya pun sekitar 160. Tanpa sengaja Hasnan melihat nama yang tertera di seragamnya saat cewe tersebut mendahului dia dan teman-temannya dia melihat “Shakiera Islami” nama gadis itu Hasnan membatin, sekilas dia hanya tersenyum dan berlalu menuju kantin bersama teman-temannya .

Pada saat yang bersamaan Shakiera terlambat bangun dan buru-buru pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap, setelah semuanya rapi Shakiera tidak lupa membawa berkas-berkas SMP yang tergeletak di meja belajarnya. Ini adalah hari yang di tunggu-tunggu olehnya hari dimana dia meninggalkan bangku SMP yang menurutnya membosankan. Setelah dia mengambil berkasnya dia segera memanggil pak Jono supirnya dan segera mengambil posisi di kursi depan sebelah supir, dan tidak lama kemudian mobil Jazz hitam telah melaju meninggalkan rumah yang bernuansa klasik tersebut. Mobil jazz itu mulai memasuki lingkungan SMAN 27 tempat Shakiera mendaftarkan dirinya sebagai calon murid di sekolah itu, sesampainya dia di pintu gerbang dia melihat segerombolan anak laki-laki yang sedang berjalan di dekat ruang pendaftaran, di dalam gerombolan itu dia melihat satu cowo yang memiliki tinggi 170 dengan kulit putih dan berparas lumayan manis tetapi gayanya sedikit tengil, Shakiera hanya tersenyum dalam hati dan segera mempercepat langkahnya menuju ruang pendaftaran yang dia tuju dengan harapan dia dapat melihat nama yang tertera pada seragam cowo itu, tapi ternyata hasilnya NIHIL, cowo itu tidak mencantumkan nama di seragamnya yang membuat Shakiera mendesah kecewa. Ruang pendaftaran tinggal beberapa langkah, shakiera mempercepat langkah dan masuk ke dalam ruangan tersebut.

Setelah berada di dalam kelas, ruangan itu ternyata cukup luas dan nyaman, “tidak salah aku memilih untuk mendaftarkan diri di sekolah ini” batinnya. Gilirannya untuk menyerahkan berkas kepada guru yang tengah duduk di meja pendaftaran pun tiba, dia segera berdiri dan menyerahkan berkasnya dan pada saat guru itu menerima berkas yang diberikannya guru itu memberitahukan bahwa seminggu lagi ada tes seleksi yang wajib diikuti oleh seluruh calon murid yang mau masuk SMA tersebut dengan mata pelajaran dasar awal SMA, Shakiera pun shock karena dia tidak tahu materi apa saja yang harus dia pelajari untuk bisa masuk tes seleksi tersebut, akhirnya dia keluar dan duduk di bangku panjang di depan ruang pendaftaran dengan muka lesu, tiba-tiba ada satu sosok yang duduk di sampingnya, dengan sadar Shakiera pun menoleh dan melihat cowo tengil tadi tengah duduk di sampingnya dengan senyum yang menggoda, tanpa di tanya cowo tersebut melontarkan pertanyaan konyol “ ngapain lo di sini ? udah kelar ngadep malaikat izroil? Hahaha” dengan muka tak bersalah dan ketawanya yang renyah, Shakiera hanya tersenyum dan membalas pertanyaan cowo tersebut dengan tampang polos “gue engga ngadep malaikat apapun kok”, dan tiba-tiba tawa cowo itu mengeras “HAHAHA bukan itu maksud gue,gue juga tau kali lo engga ngadep malaikat, maksud gue lo udah selesai ngadep guru terkejam di sekolah ini ?” dengan wajah yang memerah karena menahan tawa, “oh.. dia guru galak ya di sekolah ini ?“ tanya Shakiera kepada cowo tersebut, yang di tanya hanya manggut-manggut layaknya boneka yang ada di atas dashbor mobil. Shakiera pun hanya tersenyum dan menjulurkan tangan sambil berkata “Shakiera Islami” dengan senyum termanis yang terpampang di wajahnya. 

Cowo tersebut menjabat tangannya dan berkata “Hasnan Maulana,calon kaka kelas lo yang paling ganteng hahaha” dengan gaya tengil yang menjadi ciri khasnya. Shakiera yang semula menatapnya aneh kini tertawa karena gayanya yang tengil dan kekanak-kanakan, “lo kelas berapa ?” tanya Shakiera pada Hasnan, “gue kelas X hhaha kenapa ? tampang gue tua ya ?” tanyanya dengan wajah polos. Shakiera hanya senyum dan berkata “engga kok gue kira lo kelas XI abis sikap lo kaya ngerasa engga punya kaka kelas sih,tengil engga takut apa kalo lo di labrak sama kaka kelas lo gara-gara sikap lo yang selengean kaya gini?” tanya Shakiera dengan muka serius, Hasnan pun hanya tertawa terbahak-bahak dan berkata “hahaha ya enggalah selama lo engga buat masalah sama mereka kenapa lo harus takut di labrak? Lagipula emang gaya gue kaya gini kok dari SMP mau diapain lagi ? haha lo punya masalah ya dengan kaka kelas?” yang di tanya hanya menoleh dan menjawab “kenapa lo ngomong kaya gitu?” dengan muka datar, “enggapapa lo ngomong kaya gitu kesannya semua kaka kelas tuh harus ngelabrak ade kelasnya haha engga semua kaka kelas kaya gitu kali, gue sama ade kelas bakalan baik kok hahaha” katanya sambil memamerkan senyumnya yang khas, “ ohh gitu ya, iya tadinya sih gue emang berpikiran kaya gitu asal emang bener aja engga semua kaka kelas kaya gitu” jawab Shakiera dengan tatapan lega karena sebelumnya Shakiera takut dengan kaka kelas yang akan selalu memperhatikannya dengan sinis, dan kalo dia berbuat sedikit aja kesalahan dia akan di labrak dan di diskriminasi. “oh iya, seminggu lagi ada tes seleksi kan ya ?” tanya Hasnan membuyarkan lamunan Shakiera, dengan tergagap dia menjawab “iya, emang kenapa?” tanya Shakiera dengan muka lesu karena pikiran bingung itu kembali muncul dalam benaknya, “enggapapa kok, soalnya gampang-gampang follows you’r hearts pasti jawabannya bener” katanya sambil tersenyum. “tau darimana kalo jawabannya pasti bener?” tanya Shakiera dengan polos, “karena hati tidak pernah salah untuk memilih” dengan santai Hasnan menjawab, “oh gitu ya, emang lo udah pernah nyoba ?” kata Shakiera “udah kok, kalo belom ngapain gue ngomong sama lo kaya gini? Buktinya gue masuk sini kan ?” kata Hasnan, KRIIIIIIIING... (bel tanda masuk berbunyi) “eh udah bel nih, gue masuk dulu ya ada ulangan sosiologi soalnya sekarang gue belom belajar lupa hahaha,udah lo pulang sana ngapain di sini, mau nungguin gue sampe pulang ya? Hahaha” tanyanya dan bersiap untuk pergi, belom sempat Shakiera menjawab pertanyaannya yang konyol tubuhnya yang berisi telah berlalu pergi meninggalkan dirinya dengan sesekali berbalik hanya memamerkan senyumnya yang khas.

Semingu berlalu hari ini adalah hari dimana tes seleksi untuk masuk SMAN 27, Shakiera sibuk meyakinkan hatinya dengan perkataan-perkataan yang dia dengar dari Hasnan seminggu lalu. Setelah dia berada di ruang ujian, dia melihat cukup banyak calon murid SMAN 27 yang nantinya akan gugur karena tidak lolos tes seleksi ini, dan Shakiera tidak mau hal itu terjadi pada dirinya, kertas ujian di bagikan oleh guru pengawas, Shakiera mulai mengisi lembar jawaban dengan namanya terlebih dahulu,namun satu persatu soal dia isi dengan meyakini hatinya, Shakiera melakukannya terus menerus sampai akhirnya tes seleksi itu selesai. 2 minggu kemudian Shakiera kembali dan mulai menelusuri kertas-kertas yang terpampang di mading sekolah dan mencari namanya, pada urutan ke 231 dia melihat nama “Shakiera Islami” dia menerobos kerumunan orang yang ingin melihat mading itu dengan susah payah, setelah melihat namanya ada di mading sekolah Shakiera pun tidak berhenti untuk tersenyum, sesampainya di rumah dia memanggil tantenya yang biasa di panggil “Bunda”. “Bundaaaaaa.. tau engga hari ini aku lolos tes seleksi masuk SMAN 27 loh..” kata Shakiera kepada bundanya dan dengan wajah sumringah bunda menjawab “oh yaa?? Selamat yaaaa sekarang kamu udah jadi anak SMA looh” sambil memeluk tubuh Shakiera yang gemuk. “oh iya kok kamu bisa lolos dari tes itu? Padahal kan kamu engga belajar ra ?” kata bunda curiga “oh iya bun aku lupa cerita waktu aku nyerahin berkas ada siswa yang bilang sama aku kalo ngerjain apapun itu pake hati katanya soalnya hati itu engga pernah bohong” kata Shakiera dengan wajah masih tersenyum tiba-tiba dia teringat senyum Hasnan yang khas dan gaya tengilnya yang juga menjadi ciri khasnya dan segera berlalu masuk ke kamarnya di lantai 2 dan meninggalkan bunda yang terbengong karena tidak mengerti dengan ucapan Shakiera.

Haripun berlalu masa orientasi telah di jalaninya tibalah saatnya untuk Shakiera memakai seragam yang menjadi identitasnya sebagai siswi SMA, hari pertama dia sekolah dia bertemu dengan Hasnan tetapi Hasnan tidak melihatnya karena sedang bercanda dengan teman-temannya, saat dia masuk kelas, dia menemui beberapa orang yang dia kenal pada saat masa orientasi dan ada beberapa temannya yang berasal dari SMP yang sama dengannya,dengan cepat Shakiera beradaptasi dengan teman-temannya, hari kedua di SMA ketika dia sedang berjalan masuk  menuju gerbang tiba-tiba ada yang menyodorkannya choki-choki rasa coklat dari arah yang berlawanan, Shakiera pun menoleh dan melihat sosok Hasnan dengan senyumnya yang khas dia berkata “mau engga?” kata Hasnan sambil cengengesan “engga ah makasih Cuma satu sih ngasihnya coba satu pack pasti di terima dengan senang hati hahaha” kata Shakiera sambil ketawa “yeee itu sih namanya malak bukannya ngebagi hahaha kalo engga mau yaudah buat gue aja haha” kata Hasnan sambil membuka choki-chokinya,Shakiera pun hanya tersenyum dan berkata “eh minta nomor lo dong” kata Shakiera dan buru-buru menutup mulutnya karena entah kenapa pertanyaan seperti itu yang di lontarkannya, Hasnan dengan santai memberi nomornya dan langsung di save di phonebook Shakiera. Hari-hari berlanjut Hasnan makin sering menawarinya satu choki-choki rasa coklat dan sering juga Shakiera menjawab dengan pertanyaan yang sama “engga ah makasih Cuma satu sih ngasihnya coba satu pack pasti di terima dengan senang hati hahaha” semakin lama mereka semakin dekat dan semakin sering SMS-an, setiap hari rabu Hasnan selalu pergi ke lab komputer yang letaknya di belakang kelas Shakiera dan setiap hari rabu juga Shakiera sibuk berdiri mencari sosok Hasnan yang mulai dia rindukan, saat pembagian daftar buku Shakiera mengirim SMS kepada Hasnan

To Hasnan :
“nan buku fisika lo penerbitnya siapa ?”

From Hasnan :
“erlangga, kenapa?”

To Hasnan :
“bukunya sama nih sama buku yang bakal gue beli, gue pinjem aja ya sama lo?”

From Hasnan :
“yaudah boleh kapan mau di ambilnya ?”

To Hasnan :
“pas di sekolah aja deh ya”

From Hasnan :
“oke deh,nanti gue bawain jangan lupa ingetin gue lagi ya”

Setelah membaca SMS dari Hasnan, Shakiera hanya tersenyum membayangkan bahwa dia akan menemui Hasnan lagi setelah tadi siang dia tidak bertemu Hasnan karena Hasnan sudah pulang duluan, di SMAN 27 karena gedungnya tidak cukup untuk 3 angkatan sekaligus maka kelas XI dan XII diatur untuk masuk pagi dan kelas X kebagian untuk masuk siang. Keesokan harinya saat KBM mulai berlangsung tiba-tiba ada suara ketukan pintu dan tiba-tiba bu Sri selaku guru sosiologi memanggil nama “Shakiera Islami, ada yang mencari kamu di depan” dan kembali mengajar, saat itu Shakiera keluar kelas dan menemui sosok yang mencari dirinya, ternyata Hasnan dia menemukan kelas Shakiera dan memberi buku yang di minta oleh Shakiera “nih bukunya” kata Hasnan “oh iya makasih ya “ kata Shakiera tanpa menatap wajah Hasnan karena Shakiera mulai menyadari bahwa dirinya mulai merasa nyaman dengan adanya Hasnan di sampingnya, setelah mengucapkan terimakasih, Shakiera pun masuk ke kelas kembali dan mengikuti KBM dengan perasaan yang mengganggu hatinya. Saat bel istirahat berbunyi Shakiera cerita kepada teman sebangkunya Tiara tentang perasaan yang di alaminya, tidak butuh waktu lama untuk membuat Shakiera dan teman-teman sekelasnya akrab bahkan di saat kelas yang lain masih merasa jaim kelas Shakieralah yang sudah berpergian bersama-sama dengan teman-teman sekelasnya, dan Tiara adalah teman curhat Shakiera, Shakiera selalu menceritakan tentang Hasnan kepada teman-teman sekelasnya tetapi Shakiera lebih sering bercerita kepada Tiara karena dia adalah teman sebangku Shakiera,”ala, tadi gue ketemu Hasnan dong di depan seneng deh” kata Shakiera “yaelah ra gitu doang haha” kata Tiara sambil memainkan penghapus, saat itu pelajaran sudah berganti menjadi pelajaran kimia yang tidak di mengerti oleh sebagian besar teman-teman sekelas hanya beberapa orang yang mengerti apa itu senyawa dan blablabla “ih ala orang namanya suka juga hehe” kata Shakiera “iya tau tapi jangan kaya gitu juga nanti kalo tau dia engga suka sama lo,nanti lo juga yang nyesek ra” kata Tiara memberi nasihat. “ iya sih la, tapi dia engga bakal tau kok kalo gue suka sama dia” kata Shakiera keras kepala, “yaudah terserah lo deh ra” kata Tiara pasrah.

Beberapa bulan kemudian Hasnan mengirimi Shakiera SMS .

From Hasnan :
“ra gue baru jadian nih..”

Shakiera membuka SMS itu dan terkejut ada perasaan sesak dalam hatinya, tapi itu semua hanya dia yang tau lalu dia membalas SMS Hasnan dengan ceria seolah-olah dia bahagia bahwa Hasnan telah memiliki kekasih.

To Hasnan :
“oh yaa.. siapa ? anak mana ? kapan ? haha cieee yang punya pacaaaar baru PJ bisa kali”
From Hasnan :
“haha namanya kiki anak sekolah lain sih,baru kemaren jadiannya haha emang mau banget?”

To Hasnan :
“oh gitu yaa, cieee selamat nihh udah engga jomblo lagi haha, mau bangetlah PJ gitu haha”

Shakiera membalas SMS itu dengan perasaan yang sesak,sedih,kecewa,marah semua bercampur menjadi satu, semua SMS yang dikirimkan ke Hasnan tidak sesuai dengan perasaannya yang kalut, sesuai dengan keadaan hatinya Shakiera menggati nada dering SMS nya dengan lagu Christina Perri – A Thousand Years, dia tertarik untuk mulai menunggu Hasnan sampai Hasnan tau isi hatinya yang sebenarnya,sepulang sekolah handphone Shakiera yang tergeletak di meja rias berdering tanda SMS masuk, segera di buka oleh Shakiera dan ternyata itu dari Hasnan

From Hasnan :
“ haha boleh choki-choki satu yaaak hahaha”

To Hasnan :
“haha satu pack maksudnya ? ahhahaha “

Shakiera menatap layar handphonenya dan membatin “seandainya lo tau nan gue udah punya perasaan yang lebih dari rasa SUKA” tanpa dia sadari butir demi butiran air mata telah jatuh membasahi pipinya, dia telah merasakan sakitnya melihat seseorang yang kita sayang telah ada di dalam pelukan seseorang yang mungkin pantas untuknya. Hari demi hari di lewati oleh Shakiera dia selalu menatap orang yang ia sayangi kapan pun saat Hasnan berdiri tak jauh darinya.

Selama 2 tahun terakhir banyak para lelaki yang mendekati Shakiera dengan susah payah dan setelah mereka dekat dan menyatakan perasaannya jawaban Shakiera selalu sama “maaf kita jadi teman aja ya,hati gue udah di tempatin 1 nama” dan berkali-kali juga Shakiera melihat wajah kecewa setelah di tolaknya. Tapi apa boleh buat perasaan itu sudah 2 tahun bersarang di hatinya, berkali-kali Shakiera dekat dengan laki-laki berharap bisa move on dari Hasnan tapi hasilnya tetap gagal, Shakiera tidak bisa membohongi perasaannya sendiri bahwa hanya Hasnan yang bisa membuatnya menunggu selama ini.  Ucapan Hasnan bahwa “Hati tidak pernah berbohong” tetap di pegang olehnya,itu sebabnya perasaannya terhadap Hasnan tidak pernah hilang. Dan selama satu tahun terakhir hubungan dia dan Hasnan semakin lama semakin dekat,Shakiera sering bercerita tentang semua yang dia rasakan kepada Hasnan dan Hasnan pun telah menjadi pendengar yang baik selama ini untuk Shakiera, Hasnan selalu memberi solusi dan masukan untuk dirinya,sikap Hasnan yang dewasa membuat Shakiera makin terjatuh semakin dalam, tekadnya untuk menunggu Hasnan sampai mengetahui isi hatinya semakin bulat,sekarang ini Shakiera telah menjadi siswi SMA kelas XII dan sejak itu pula Shakiera tidak pernah lagi bertemu dengan Hasnan karena Hasnan sekarang telah kuliah di salah satu Universitas di daerah Jakarta Selatan, walaupun jauh mereka tetap berkomunikasi lewat SMS, saat pertengahan semester 1 tiba-tiba Shakiera mendapat SMS dari Hasnan yang memberitahukan bahwa Hasnan telah putus dengan pacarnya, hati Shakiera pun bersorak melihat serangkaian kalimat di dalam SMS yang di kirimkan oleh Hasnan, Shakiera merasa ada kesempatan untuk Hasnan mengetahui isi hatinya. Hasnan pun semakin sering SMS Shakiera yang membuat Shakiera bersemangat untuk menghadapi hari-harinya, Hasnan juga selalu menjadi pemandu Shakiera sebelum serangkaian ujian dia lewati. 
to be continue..... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar