Sore ini matahari tertidur dengan lelapnya di pangkuan langit bersama pelangi yang selalu memberikan warna di setiap sudut kehidupan,saat tahta langit menghujamkan jutaan rintik hujan yang perlahan mulai membasahi bukit. Matahari terlelap saat pagi dan siang menyongsong langit gelap,saat semua manusia di bumi mulai terjaga,tujuh warna pelangi pun tak mampu meredam amarah yang di lontarkan oleh kerajaan langit pada bumi tanpa sedikit pengampunan. Matahari hanya ingin terlelap,mendekap selimut hangat dan dinyanyikan oleh rintik hujan yang jatuh,matahari hanya ingin bermimpi di saat yang lain sibuk mencarinya. Matahari hanya ingin seperti yang lainnya bermimpi dan terlelap di pangkuan langit hitam yang tak selamanya kan menghitam. Matahari hanya ingin seperti anak laki-laki yang bermain diantara mimpi,menciptakan jejak khayalan yang tak mampu ditemukan orang dewasa,biarkan matahari terlelap,bermimpi dan menciptakan jejaknya yang tak mungkin kita temukan. Biarkan matahari seperti yang lainnya bermain diantara mimpi dibawah selimut hangat sang awan hitam,sementara kita menikmati setiap tetes hujan yang mampu membuat tubuh ini basah tak bersisa,biarkan hujan datang untuk menghapus jejak masa lalu agar kita takkan kembali pada kebahagiaan semu. Biarkan matahari terlelap untuk saat ini,dan ketika waktunya untuk bangun sambutlah sang mentari dengan senyum yang paling hangat yang mampu mengalahkan hangat sinarnya yang membasuh tubuh basah ini. Ciptakan jejak baru untuk kehidupan selanjutnya,hingga tiba saatnya untuk matahari kembali terlelap di atas pangkuan langit hitam dan hujan pun kembali menghapus jejak kisah lalu yang sudah usang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar