Kamis, 28 Agustus 2014

Cinta Mengerti

Aku mengerti..
mengapa rasa kecewa ini, 
begitu memenuhi pikiran dan jiwa..

Itu karena.. 
aku kembali melakukan kesalahan,
kembali ceroboh untuk percaya,
percaya bahwa hati itu kan berlabuh..

Aku mengerti..
bahwa pembuktian cinta,
tak segampang mengejanya..

C-I-N-T-A
tak butuh banyak basa-basi 
tak butuh sandiwara hati
tak butuh pengumbaran tanda 
ataupun pelampiasan lara

Aku mengerti..
mengapa rasa kecewa ini,
begitu menyelimuti hati 
dengan berbagai cerita derita..

M-E-N-G-E-R-T-I
bahwa jika cinta berkata
sandiwara pun kan berubah lara 
tak ada bahagia dalam kepalsuan
tak ada ceria dalam penderitaan

Semua hanyalah alasan..
alasan untuk aku,kamu atau mungkin,
kita..
melihat reaksi dari sebuah sandiwara cinta
yang kita pertontonkan..

Sekarang aku sangat mengerti..
mengapa hati ini kembali terluka,
kembali kecewa,
bahkan mungkin.. kembali menderita


 

Tentang Kau Yang Tak Tampak

ketika aku menaruh harap
pada mereka yang ku anggap bijaksana
rasanya seperti..
aku takkan pernah menjumpai kekecewaan..

melangkah bersama..
diiringi sejuta tawa..
merasa semuanya.. kan baik-baik saja

aku terlena
bukan dengan sosokmu..
bukan dengan wajahmu..
ataupun hartamu..
hanya saja..

dengan kehadiranmu
aku terlena dalam bahagia..

kau tak ada..
kau tak tampak..
tapi aku tau kau ada di sana..

berdiri..
bersandar..
bersila..
bahkan berlari..

aku tau kau ada..
aku merasakan hadirmu..
bukan hanya aku yang melihatmu,
bukan hanya sekedar imajinasiku
tapi mereka..

mereka pun mengatakan hal yang sama
kau ada..
meski tak tampak ..

kau melantunkan sejuta rahasia..
melambaikan sejuta tanda..
aku tak pernah mengakhiri
ataupun memulai..

hanya saja..
aku terkesima dengan semua lelucon
yang mungkin kau anggap tak lucu..
memang itu tak lucu untukmu..
tapi untukku..

untukku kau bukanlah sekedar dewa..
tapi kau adalah seonggok cahaya ..
meski bukan cahayaku..
meski bukan dewaku..

tapi aku tau kau spesial
lebih dari yang kau kira..
lebih dari apa yang kau pikirkan..
dan aku pun tau..

kau tercipta untuk dia yang mungkin,
setara dengan semua yang melekat padamu..





Rabu, 27 Agustus 2014

Beri Aku Waktu

Aku selalu berharap suatu saat nanti kau kembali bersamaku, meski tidak dalam situasi yang sama tapi setidaknya aku merasakan kehadiranmu di sisiku, namun nyatanya? Kau sudah terbiasa dengan kesendirianmu, terbiasa tanpa aku dalam hidupmu, mungkin kita sudah tak ditakdirkan untuk kembali bersama, tapi apa kita juga di takdirkan untuk tidak kembali bertemu? Mungkin aku memang pernah mengharapkan itu, karna aku tau aku salah. Kenyamanan saat di dekatmu lah yang selama ini aku cari, belaian lembut seperti tangamu lah yang aku inginkan untuk mengusap lembut kepalaku. Apa aku masih salah? Jika aku mencari kenyamanan yang ku dapatkan dari dekap tubuhmu di tubuh orang lain? Apa itu termasuk pelampiasan? Aku rasa tidak karna hanya kenyamanan yang aku cari bukan sosokmu.
Bukan bualan cinta sepertimu yang ku maksudkan, bukan pujian bohong yang seperti kau lanturkan, hanya saja.. pelukan hangat yang ku rasa itu tulus dari dasar jiwamu. Bohong jika aku tak pernah mencintaimu, jujur aku pernah mencintaimu, tapii.. itu hanyalah sepenggal kisah lalu sebelum suram mematahkan harapku. Aku selalu bermimpi kau datang bukan lagi ke hadapanku, tapi langsung ke hadapan kedua orang tuaku, meminta izin dengan sopan untuk membawaku bersamamu. Tapi aku rasa itu hanyalah khayalan bodoh yang takkan pernah menjadi kenyataan? Mungkin kau akan berani melakukan itu jika wanita yang kau cintai bukanlah aku, mungkin kau memang pelajaran untukku. Belajar dari sebuah kenyataan pahit beserta rasa sakit yang tak lagi bisa ku bayangkan. Bukan harta,tahta,dan nafsu mata belaka yang aku inginkan, aku hanya inginkan belaian kesungguhan hati yang tulus kau getarkan pada relung jiwaku. Tahta,harta bahkan wanita bisa saja membuatmu buta, tapi jika kau menggetarkan itu pada jiwa, percayalah nestapa pun takkan lagi bersandiwara. Ku rindukan sosok gagah menjagaku dibelakang, menghadang semua rasa kekecewaan.
Bukan bualan dan puisi khayalan tapi kenyataan yang berujung pada kebahagiaan. Aku memang kecewa pada sebagian kaummu, tapi tak jarang harapanku timbul pada salah satu prajurit tak bersenjata, bukan pedang ataupun pistol yang mampu kau pamerkan, tapi kedewasaan yang mampu mempesonakan mata dan jiwa. Aku tau tak semudah itu mencari kenyamanan lebih yang mampu membawaku pada surga yang selama ini aku lupakan, aku tak pernah mau membuka jalan dengan mudah, karna aku tau takkan ada kebahagiaan yang utuh jika jalan yang ditempuh selalu mudah, aku selalu menyuguhkan berbagai macam rintangan yang membuat mereka menjadi putus asa, setelah mereka pergi aku baru merasakan penyesalan, tapi di sisi lain aku mengucap syukur bahwa dengan cepat aku tau bahwa mereka bukanlah kenyamanan yang aku cari, mereka bagaikan karpet beludru yang akan membawaku tenggelam dalam mimpi dan takkan pernah membangunkanku untuk kembali melanjutkan hidup.
Jika begini apa yang harus aku lakukan? Menyerah untuk mencari kenyamanan sepertimu atau kembali mengharapkanmu datang dan memberikan dekapan yang sama? Akan tetapi setelah kau lepaskan dekapan itu kau akan menamparku kembali dengan ribuan duri yang mungkin berbisa dan mematikanku dalam rasa sakit? Beri aku waktu, aku hanya mencari jalan dimana aku bisa mendapatkan kembali kenyamananku dan aku takkan lagi merasakan tamparan mu untuk kesekian kalinya, hanya beri aku waktu untuk menemukan jalanku menuju kenyamananku.

Saat Kita Merindukan Mereka

ULFA GUSTI UTAMI

ketika aku dan ragaku mulai terbiasa disini..
seketika itu juga anganku mampu kembali berlari ke sana..
ke tempat dimana pernah ada tangis, canda, amarah dan tawa..
menyeret kembali ingatan-ingatan lugu..
bukan hanya tentang kamu dan aku,
bukan hanya tentang senja menjelang malam..
tak pernah ku niatkan menyeruak kembali asa ..
tapi rasa masih lekat mengingat bukan tentang aku bukan tentang kamu..
atau juga tentang kita..
ini tentang sebuah simpul ikatan..
yang dulu pernah kita satukan..
dibuat erat melekat..
dibuat begitu menyatu..
kini ketika aku mengingat kembali..
kujumpai kembali simpul - simpul..
yang dulu kita, kamu, aku dan kalian buat sedemikian erat..
sedemikian lekat ..
terasa mulai renggang, tergerus angin..
dimakan waktu..
di telan gelap..
di hujam angin..
seketika aku menyusuri kembali waktu..
kubiarkan setiap helai angin semakin membawaku ke masa itu..
ke waktu dimana kita bukan hanya aku dan kamu berdiri bersama..
menatap satu arah..
menentang gagah..
menghalang senja..
melambaikan tawa dan menyeruakkan kebebasan..
kini simpul yang erat melekat nyaris putus..
hampir hilang.. 

NAZRATH NABILLA AZARA

kala malam datang menyapa..
melintasi amarah dan keraguan..
kala dingin menghentak, menyeruak masuk membekukan tahta..
aku ingin kembali terbang bersama malam..
menggoreskan tinta biru diatas senja..
aku ingin kembali bersama angin..
yang menghangatkan kenangan yang sempat mati..
tak ada yang mampu membekukan air mata ini..
tak ada yang sanggup merengkuh hangat jiwa ini..
semua hanyalah ruang kosong yang dulu sempat terisi..
aku selalu merindukan kebahagiaan semu yang dulu sempat terjajar rapi dalam ruangan ini..
aku hanya ingin kembali menguak canda dibawah bunyi hujan..
memang semua itu semu, tak abadi..
tapi setidaknya aku merasakan sedikit harapan..
akan datangnya kebahagiaan..
aku tak pernah menyangka, memori yang dulu tersirat sekarang pun kian memudar..
mungkin aku bukan satu-satunya bintang,
yang merindukan senja..
bukan satu-satunya burung,
yang ingin kembali melintas diatas senja bermandikan canda..
tapi sejak kenangan itu memudar..
hidupku tak lagi sama..
tak lagi seceria dan seheboh waktu kenangan itu kita rajut bersama..

**
Ini persembahan puisi dari aku dan Paul (Ulfa Gusti) untuk kenangan yang dulu pernah kita rajut bersama yang lain, kenangan itu kita rajut bersama senja di kala burung-burung pergi kembali ke sarang. Kenangan yang begitu menjanjikan kebahagiaan, berhasil menyeret ku dan paul kembali ke dalam sisi masa lalu yang selalu melekat pada diri kami. Kenangan itu telah berhasil menjinjing rindu kami kembali ke masa lalu, masa yang begitu indah, begitu menyenangkan di atas rooftop, di tengah kantin, di lorong oren, dimana pun, kenangan itu telah tersebar luas ke setiap penjuru kampus. Kenangan itu hilang, bukan karna mereka juga hilang, tapi karna kesibukan yang membentengi kami untuk kembali ke masa yang begitu kami rindukan, tak ada foto yang membekukan kami saat kami bersama. Tak ada bukti bahwa kami pernah bersama. Tapi tak  ada yang mampu mengalahkan semua kenangan yang pernah kami rajut bersama dan menghasilkan sebongkah sweater hangat yang layak kami simpan dalam peti kehidupan kami. Kami yakin suatu saat nanti kenangan yang begitu kami rindukan akan kami bawa ke harapan masa depan, dan kami yakin suatu hari nanti kami akan mengenakan sweater yang kami rajut dahulu bersama, kembali diatas senja. Selamat tidur kenangan, bermimpilah kau akan hadir diantara masa depan kami :)

Senin, 25 Agustus 2014

Aku Untuk Kamu

aku tak mampu merangkai kata indah
disaat kau melontarkan kata yang lebih indah

aku mulai menyukaimu
saat kau dan aku berbicara tentang kata
yang biasa yang mungkin tak bermakna

aku tak mengindahkanmu
tak juga memujamu

aku hanya menyukaimu
ya... hanya kamu
dan sebagai kamu
bukan dia ataupun mereka

mereka mungkin tau
apa yang aku katakan tentangmu
tapi...
mereka takkan tau apa yang aku sembunyikan darimu

percayalah padaku
aku takkan menyakitimu dengan tingkah laku ku
yang mungkin bodoh dan dungu

aku juga takkan mengkhianatimu
jika saja kamu...
memberikan cerita satu
untuk ku jadikan masa lalu..




Kamis, 14 Agustus 2014

Broken Home

haii.. 
udah lama ya aku ga ngeblog lagi :) lagi banyak hal yang harus diselesaikan dikampus. Btw selamat yaa untuk kalian yang keterima di SMA / SMP / Perguruan Tinggi yang kalian dambakan, meskipun ada beberapa dari kalian yang masuk ke sekolah tp ga sesuai impian? jangan sedih ikuti saja alur hidup mu maka suatu saat nanti kamu pasti akan berterima kasih karna telah ditempatkan tuhan di sekolah yang mungkin bukan impian kamu :). Aku mau bahas soal Broken Home nih.. siapa sih yang ga tau Broken Home? apa sih yang ada dipikiran kalian saat mendengar kata Broken Home? mungkin diantara kalian akan berpikir bahwa anak yang mengalami Broken Home itu selalu nakal dan mencari masalah agar diperhatikan. Tapi ga semua anak seperti itu loh :) aku kenal seorang anak yang mengalami Broken Home, dia baiik banget, awalnya temen-temen dia gaada yang nyangka kalo dia itu Broken Home loh :) dia menjalani hidupnya seperti biasa layaknya anak-anak yang mempunyai keluarga utuh dan hangat. Dia sangat menyukai teman, banyak teman. Dia selalu bersikap cerewet, banyak nanya, bercanda seperti anak-anak normal lainnya saat berada di lingkungan yang tak asing, dari kecil dia sangat dekat dengan nenek dan tantenya, terutama neneknya. Untuk dia nenek sudah dia anggap seperti ibunya, dia sangat sayang dengan neneknya saat usianya baru mencapai 17 tahun dia sudah berpikir untuk masa depannya, melanjutkan studinya dan bekerja untuk membahagiakan neneknya. Untuk anak Broken Home sangat sulit untuk mengendalikan emosi, apalagi saat dirinya merasa tertekan. Saat mengalami tekanan, sebaiknya berikan kasih sayang dan penjelasan secara halus, dan usahakan untuk mendengarkan semua keluh kesahnya. Memang benar beberapa anak yang mengalami Broken Home akan selalu mencari cara untuk selalu diperhatikan namun bukan berarti diantara mereka tak ada yang bersikap manis loh :) terkadang seseorang yang paling ceria dan terkesan banyak omong justru dialah yang paling banyak menyimpan sejuta rahasia, rata-rata sih anak yang mengalami Broken Home akan merasa sulit untuk menemukan jati dirinya, terkadang hal yang membuat dia bahagia mereka anggap sebagai jati dirinya, padahal jauh di dalam lubuk hatinya hal itu bukanlah dirinya. Rasa sakit hati dan kekecewaan yang mendalam terhadap orang tuanyalah yang membuat dia berpikir bahwa hal itu adalah jati dirinya. Buat sebagian anak yang mengalami Broken Home harta,jabatan,fisik apapun yang membuat orang lain bahagia itu tidaklah penting, yang terpenting adalah bagaimana sikap mereka terhadap orang lain yang akan membuat orang lain itu memberikannya perhatian dan kasih sayang yang tulus. Terkadang mungkin mereka bersikap aneh, itu hanya semata-mata ingin mengalihkan hatinya yang mungkin tengah terbawa suasana rumah yang membuatnya ga nyaman. Buat kalian yang mungkin mempunyai teman yang mengalami Broken Home atau kalian sendiri yang mengalaminya, berikan kasih sayang terhadap teman kalian, dengarkan keluh kesahnya, berikan dia kasih sayang tulus sedikit saja agar mereka bisa merasakan kepedulian kalian, kalian boleh cari kebahagiaan di luar rumah, tapi dengan syarat kalian mengenali siapa diri kalian jauh di dalam lubuk hati kalian. Sesuatu hal yang membuat kalian senang tapi saat kalian menjalaninya ada rasa ga nyaman itu berarti bukan kebahagiaan seperti itu yang kalian cari, coba deh kalian melakukan kegiatan seperti ikut organisasi yang berbau sosial atau kalian berteman dengan anak-anak yang mungkin ga seberuntung kalian, buat diri kalian nyaman dengan kebahagiaan yang kalian cari, kebahagiaan sesungguhnya ya, kebahagiaan yang ga merusak 'siapa diri kamu sebenarnya' kebahagiaan yang memberikanmu makna kehidupan yang membuat kamu belajar dan menjadikan pelajaran itu sebagai acuan untuk meraih mimpi kamu. Kesalahan yang pernah dibuat oleh orang tua kita, janganlah kita jadikan sebagai contoh untuk keturunan kita nanti, jadilah orang tua sebaik mungkin yang mampu menggoreskan senyum diwajah bidadari dan bidadara kita nanti, jangan mengulang sesuatu yang menyakitkan untuk dirasakan keturunan kita nanti, kalian sudah merasakan gimana pedihnya menjadi bagian dari cerita yang tidak seharusnya kalian terlibat didalamnya, jika kalian sudah berhasil melewati masa-masa cerita kelam itu dengan baik, belum tentu keturunan kalian akan melewati itu dengan baik pula, setiap individu mempunyai karakter,pola pikir dan sifat yang berbeda. Sekalipun dia adalah keturunan kita. Jadikan pengalaman hidup kalian sebagai mimpi bahwa kalian akan mempunyai 'seseorang' yang membantu kalian menciptakan kehangatan dalam rumah mungil yang akan menjadi milik kalian selamanya. Karna orang yang saya kenal pun dia mempunyai cita-cita yang tinggi, mencari kebahagiaan hidupnya dengan membantu sesama, dengan mengikuti berbagai acara yang membawa dia pada pelajaran hidup yang sangat berharga. Mimpinya mempunyai keluarga kecil yang bahagia pun sudah mendarah daging, dia sangat selektif untuk dekat dengan pria berharap pria itu akan bersama-sama dengan dia mewujudkan keluarga kecil bahagianya tentu dengan orang-orang yang sudah tertera dalam list kebahagiaan sederhananya. Soo.. buat kalian yang masih menganggap anak Broken Home itu nakal dan neko-neko gimana? apa mindset kalian berubah? ga selamanya orang yang terlihat lemah itu mempunyai pendirian dan hati yang lemah juga loh.. terkadang dia lemah untuk menutupi kekuatannya, terkadang bahagia yang dia tularkan hanya sekedar mengobati luka hati yang selama ini tertutup rapat :) good luck untuk aktifitas kaliaaan :*