ULFA GUSTI UTAMI
ketika aku dan ragaku mulai terbiasa disini..
seketika itu juga anganku mampu kembali berlari ke sana..
ke tempat dimana pernah ada tangis, canda, amarah dan tawa..
menyeret kembali ingatan-ingatan lugu..
bukan hanya tentang kamu dan aku,
bukan hanya tentang senja menjelang malam..
tak pernah ku niatkan menyeruak kembali asa ..
tapi rasa masih lekat mengingat bukan tentang aku bukan tentang kamu..
atau juga tentang kita..
ini tentang sebuah simpul ikatan..
yang dulu pernah kita satukan..
dibuat erat melekat..
dibuat begitu menyatu..
kini ketika aku mengingat kembali..
kujumpai kembali simpul - simpul..
yang dulu kita, kamu, aku dan kalian buat sedemikian erat..
sedemikian lekat ..
terasa mulai renggang, tergerus angin..
dimakan waktu..
di telan gelap..
di hujam angin..
seketika aku menyusuri kembali waktu..
kubiarkan setiap helai angin semakin membawaku ke masa itu..
ke waktu dimana kita bukan hanya aku dan kamu berdiri bersama..
menatap satu arah..
menentang gagah..
menghalang senja..
melambaikan tawa dan menyeruakkan kebebasan..
kini simpul yang erat melekat nyaris putus..
hampir hilang..
NAZRATH NABILLA AZARA
kala malam datang menyapa..
melintasi amarah dan keraguan..
kala dingin menghentak, menyeruak masuk membekukan tahta..
aku ingin kembali terbang bersama malam..
menggoreskan tinta biru diatas senja..
aku ingin kembali bersama angin..
yang menghangatkan kenangan yang sempat mati..
tak ada yang mampu membekukan air mata ini..
tak ada yang sanggup merengkuh hangat jiwa ini..
semua hanyalah ruang kosong yang dulu sempat terisi..
aku selalu merindukan kebahagiaan semu yang dulu sempat terjajar rapi dalam ruangan ini..
aku hanya ingin kembali menguak canda dibawah bunyi hujan..
memang semua itu semu, tak abadi..
tapi setidaknya aku merasakan sedikit harapan..
akan datangnya kebahagiaan..
aku tak pernah menyangka, memori yang dulu tersirat sekarang pun kian memudar..
mungkin aku bukan satu-satunya bintang,
yang merindukan senja..
bukan satu-satunya burung,
yang ingin kembali melintas diatas senja bermandikan canda..
tapi sejak kenangan itu memudar..
hidupku tak lagi sama..
tak lagi seceria dan seheboh waktu kenangan itu kita rajut bersama..
**
Ini persembahan puisi dari aku dan Paul (Ulfa Gusti) untuk kenangan yang dulu pernah kita rajut bersama yang lain, kenangan itu kita rajut bersama senja di kala burung-burung pergi kembali ke sarang. Kenangan yang begitu menjanjikan kebahagiaan, berhasil menyeret ku dan paul kembali ke dalam sisi masa lalu yang selalu melekat pada diri kami. Kenangan itu telah berhasil menjinjing rindu kami kembali ke masa lalu, masa yang begitu indah, begitu menyenangkan di atas rooftop, di tengah kantin, di lorong oren, dimana pun, kenangan itu telah tersebar luas ke setiap penjuru kampus. Kenangan itu hilang, bukan karna mereka juga hilang, tapi karna kesibukan yang membentengi kami untuk kembali ke masa yang begitu kami rindukan, tak ada foto yang membekukan kami saat kami bersama. Tak ada bukti bahwa kami pernah bersama. Tapi tak ada yang mampu mengalahkan semua kenangan yang pernah kami rajut bersama dan menghasilkan sebongkah sweater hangat yang layak kami simpan dalam peti kehidupan kami. Kami yakin suatu saat nanti kenangan yang begitu kami rindukan akan kami bawa ke harapan masa depan, dan kami yakin suatu hari nanti kami akan mengenakan sweater yang kami rajut dahulu bersama, kembali diatas senja. Selamat tidur kenangan, bermimpilah kau akan hadir diantara masa depan kami :)