ketika aku menaruh harap
pada mereka yang ku anggap bijaksana
rasanya seperti..
aku takkan pernah menjumpai kekecewaan..
melangkah bersama..
diiringi sejuta tawa..
merasa semuanya.. kan baik-baik saja
aku terlena
bukan dengan sosokmu..
bukan dengan wajahmu..
ataupun hartamu..
hanya saja..
dengan kehadiranmu
aku terlena dalam bahagia..
kau tak ada..
kau tak tampak..
tapi aku tau kau ada di sana..
berdiri..
bersandar..
bersila..
bahkan berlari..
aku tau kau ada..
aku merasakan hadirmu..
bukan hanya aku yang melihatmu,
bukan hanya sekedar imajinasiku
tapi mereka..
mereka pun mengatakan hal yang sama
kau ada..
meski tak tampak ..
kau melantunkan sejuta rahasia..
melambaikan sejuta tanda..
aku tak pernah mengakhiri
ataupun memulai..
hanya saja..
aku terkesima dengan semua lelucon
yang mungkin kau anggap tak lucu..
memang itu tak lucu untukmu..
tapi untukku..
untukku kau bukanlah sekedar dewa..
tapi kau adalah seonggok cahaya ..
meski bukan cahayaku..
meski bukan dewaku..
tapi aku tau kau spesial
lebih dari yang kau kira..
lebih dari apa yang kau pikirkan..
dan aku pun tau..
kau tercipta untuk dia yang mungkin,
setara dengan semua yang melekat padamu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar