Sinar mentari menyorot ke wajahku, tenang dan bersinar. Aku terdiam mendengar celoteh dari orang-orang sekeliling, berdiri menikmati hembusan angin dan festival awan yang menakjubkan. Warna langit berubah seiring datangnya warna kelabu. Andai kau di sini menyaksikan festival awan senja bersama. Andai kau bisa menatap langit bersamaku di sini melihat sang mentari redup dan terlelap di pangkuan langit. Suara berderu membuat senja ini ramai, tapi itu semua takkan lama seiring denting waktu berjalan suara deru itu pun perlahan akan menghilang. Andai kita bisa menyanyikan sebuah lagu,sebelum sang mentari terlelap dalam mimpinya. Andai kamu dan aku telah menjadi kita. Andai kita dapat menyusun irama senja dalam sebuah melodi hati yang takkan bisa berakhir. Ah.. Aku hanya bisa beranda, suatu saat nanti cinta yang ku sembunyikan di balik cahaya mencari dan di balik melodi angin akan bersatu menciptakan sebuah irama cinta yang selaras dengan petikan gitarmu akan terkuak menuju pintu hatimu yang terbuka. Awan kelabu perlahan menutupi sinar mentari, seakan menyiapkan selimut agar sang mentari dapat terlelap dalam mimpinya. Akankah sang mentari akan memimpikan hal yang sama denganku? Dapatkah angin datang dan berbisik kepada hatimu sedikit saja memberitahukan bahwa aku. Disini. Mencintaimu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar