Ketika mendengar kata menunggu hatiku terenyuh menahan segala melodi kalbu yang dulu membisu. Dulu aku berjalan diantara pohon besar dan gelap malam, berjalan tanpa alas kaki dengan sinar rembulan sebagai penuntun arahku, semua berlalu pahit,manis dan kecewa ku rasakan dalam satu malam lalu, aku terus mengalunkan langkah membentuk jalan baru lewat kaki kecilku ini, menyusuri hutan gelap yang memiliki banyak keasingan di dalamnya. Aku berjalan berharap akan bertemu mentari dan memetiknya untuk ku bawa pulang. Aku melihat cahaya,cahaya kuning,besar dan terlihat menghangatkan di ujung jalan sana, ku percepat langkah kakiku untuk menemui cahaya itu, namun di tengah jalan ku berhenti sejenak memandangi cahaya hangat itu lebih lama, dalam hati aku merasa takut,takut jika cahaya itu hanyalah sebuah keasingan lain yang hadir di dalam hutan ini, ku menengadah menatap rembulan yang kian meredup meninggalkan aku sendiri di hutan gelap dengan siluetku sendiri, aku pun tak melanjutkan untuk melangkah melaikan ku seret kakiku dengan perlahan, jejak kakiku perlahan menghilang seiring dengan turunnya rintik hujan yang membentuk lumpur hitam seakan menutup jalanku untukku kembali. Perlahan tapi pasti ku seret langkahku satu demi satu kaki,berharap bahwa cahaya itu benar mentari bukan hanya sekedar keasingan lain yang membawa kebahagiaan sementara untukku, kakiku terhenti untuk tetap menyeret langkah ini satu demi satu,aku melihat seekor tupai yang berbisik ke arahku membuatku mempertimbangkan segalanya "bertahan atau berjuang" kata-kata itu yang mungkin membuatku mempikirkan segalanya mulai dari awal lagi. "digenggam atau dilepas" itu adalah pilihan tersulit untukku lalui, tupai itu kemudian menghilang meninggalkan aku sendiri dengan jutaan tanda tanya di sekeliling otakku. Aku yakin. Sangat yakin bahwa cahaya itu adalah mentari tapi bagaimana bila cahaya itu hanyalah sebuah lampu jalan yang hadir menengahi gelap malam? Ia hanya bisa bertahan dalam hitungan jam! Tak membawa kebahagiaan seutuhnya. Rembulan pun kian meredup. Aku pun bertekad apapun cahaya di ujung jalan sana mungkin itu adalah jalan yang harus ku lalui, sekalipun cahaya itu adalah cahaya lampu jalan yang hanya mampu memberikan sinar kebahagiaan untuk sementara. Setidaknya aku merasa bahagia diantara hutan gelap yang memiliki sejuta misteri di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar