Hari ini langit tak ceria seperti biasanya,tak ada rona jingga diantara kelabu, semua hanya terlihat hitam dengan sedikit warna putih,angin berhembus menerpa ribuan helai daun yang terjajar rapi di ranting. Perlahan angin yang berhembus membawa butir air bening yang menyejukkan, semakin lama butiran air memanggil kawanannya, tak ada satupun kicau burung yang terdengar,semua kembali ke dalam sarang hangatnya menjaga telur-telur muda yang belum menetas,menjaga telur-telurnya dari raungan sang mangsa. Aku melihat gerak-gerik sang burung yang sibuk menutupi tiap lapisan telur yang ada. Rintik hujan kembali datang membuat genangan air di sela-sela jalan beraspal. Sayup-sayup terdengar dendang lagu pedih beriringan dengan petikan gitar yang selaras membuat sendu hati ini seketika. Aku rindu suara dendang lagu yang mengalun dari bibir manismu,aku rindu mendengar petikan gitar yang kau mainkan. Andai aku bisa mengutarakannya seperti hujan yang mengutarakan rindunya pada langit hitam,andai aku bisa menunjukkan rasa ini seperti burung yang menyelimuti telurnya dengan kedua sayapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar