Halo mentari! biarkan aku merasakan hangatnya sinarmu sebelum aku merasakan hangatnya sinar mentari lainnya. Aku senang kau datang tapi aku sangat merindukan bulan yang dulu menemani jalanku, aku merasa menjadi bagian dari keindahan malam,menatap dan menghitung ribuan bintang yang tersebar luas di setiap sudut angkasa malam. Aku suka bulan tapi bukan berarti aku tak menyukaimu mentari. Saat kau hadir aku selalu mengharapkan hujan turun di waktu yang sama saat engkau muncul,menciptakan embun di setiap daun dan jendela kacaku,membuatku nyaman dengan denting air yang jatuh membasahi tanah. Bau khas tanah yang basah membuatku terlena akan kesenduan yang terjalin diantara kata. Aku selalu bermimpi akan ada bulan,mentari dan hujan dalam waktu yang bersamaan sehingga keindahan akan senantiasa terlihat di berbagai sisi kehidupan. Aku berjalan mengelilingi roda kehidupan berharap bertemu sang tupai yang akan menuntunku pada kebahagiaan abadi. Namun, itu tak mungkin, aku hanya dapat bercerita lewat kata, mempercayakan semua inginku,harapku pada deret tulisan yang memiliki makna berbeda. Aku bukanlah kupu-kupu yang daapat menemukan kebahagiaanku pada helai indah bunga yang baru saja mekar, aku adalah manusia biasa yang harus dituntun untuk menemukan sendi kebahagiaanku dan menggoreskan jutaan pelangi di atas sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar